Kata Hati

Pabila madahku datang mengetuk pintu hatimu

Pabila bayu mengusap kerinduan di dadaku

Kau bisikkan cinta di dedaunan hatiku

Saat kau meraih kasih di lubuk sanubariku

Bukan ku yang pertama mencuri cintamu

Kau ku temu dalam bayangan mataku

Di waktu aku meniti usia mudaku

Sedang ku belum mengerti apa itu rindu

Dalam meraba hari esokku

Suara sayumu hilang dengan begitu

Sang bayu bertiup lembut di wajahku

Di jendela hatiku terpahat sebuah memory sendu

Sekalipun badai mengamuk

Pantai membisu

Sekalipun dedaunan gugur terkulai layu

Hatiku akan tetap terpadu padamu

Karena kaulah insan pertama yang merampas hatiku

Air mata setenang benar di raut wajahku

Kehibaan yang tak di undang datang mendayu

Namun ku tahu ini semua bukan permintaanmu

Perpisahan ini ku rela walau pilu rasa hatiku

Puisi itu menggambarkan kata hatiku pada I, aku nggak tau kenapa I akhir-akhir ini berubah. Kurasakan ia agak tertekan entah karena apa. Ia juga tak panggil aku sayang lagi. Tidak care lagi seperti dulu. Aku tau, mungkin dia telah bosan. Padahal hubungan kita sudah terjalin selama satu tahun lebih. Dan selama ini tidak ada masalah. Aku heran saja kenapa dia berubah seperti itu. Aku seperti tidak mengenalnya lagi. Kata manis yang terucap sudah dia lupakan. Dia jadi tidak sabaran, suka marah. Meskipun kami belum pernah bertemu dan tak akan pernah bertemu, tapi dia adalah kenangan terindah dalam hidupku.

Aku tak tau harus gimana menghadapinya. Aku jadi takut untuk menghubunginya. Kalau kita ngobrol ujung-ujungnya pasti sakit hati. Ada apa denganmu I???? Tak taukah kamu, kalau aku sangat sayang sama kamu. Bukan berarti tak ada cowo yang nggak suka ma aku. Justru banyak sekali yang bilang suka sama aku. Tapi dari sekian banyak, tak ada yang bisa luluhkan hatiku. Justru kamu orang yang belum pernah aku temui sama sekali yang telah membuat aku jatuh hati. Aku kadang merasa capek, aku letih, tapi aku tak bisa lepas dari kamu. Setiap aku ingin lupain kamu, justru rasa rindu yang semakin kuat ada dalam hatiku. Aku tau kamu orang baik, maka bersikaplah seperti dulu lagi. Aku rindu canda tawa kita. Aku rindu semuanya.

Mungkin ini semua cuma imajinasi belaka. Tapi bukankah kamu yang tak menginginkan ini menjadi nyata? Aku ikhlas jika kamu mendapat gadis yang sesuai dengan apa yang dinginkan ortumu. Aku akan merasa bahagia jika kamu bahagia. Aku harap kamu selalu bahagia. Kadang aku ingin dengar kamu tersenyum. Kadang aku ingin dengar kamu manja seperti dulu. So.., jika aku ada salah mohon maafkan aku. Kalau kamu inginkan kita pisah, kenyataannya kita memang terpisah. Aku bebaskan kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Jika aku pergi jauh, kenangkanlah aku dalam hatimu. Meskipun cuma namaku saja. Aku harap kamu baik-baik saja. Terima kasih atas segala yang pernah kau berikan padaku. Kebahagiaan dan cinta. Aku sayang kamu I…, meskipun itu tak mungkin.

Advertisement

2 Responses so far »

  1. 1

    Rf. Yanuar said,

    Pacaran jarak jauh (ditambah belum pernah ketemu pula), memang rentan dengan yg namanya prasangka. Asal kalian bisa menjembatani antara jarak dan kesetiaan, pasti kalian dapat mengatasinya.
    Dari postingan ini, saya tertarik dengan puisinya. Diksinya unik, kandungan maknanya juga dalam. Coba kau sertakan judulnya juga :) .

    • 2

      aistory said,

      Aku adalak A, sepertinya bapak sering baca postingan kami ya :)

      kita ini memang pasangan aneh, belum pernah bertemu, tapi saling jatuh cinta, dan ini adalah cinta pertama, kita sama” belum pernah pacaran di dunia nyata

      puisi itu judulnya “jalinan sendu”

      aku suka bikin puisi pak :)


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.